Cooking With The Chef

VCD Tutorial Memasak

VCD Tutorial Tata Boga dan Patiseri

Jl.Raya Jemursari 244, Surabaya.

Pages

Kamis, 03 Juli 2014

Pelatihan Teknologi Pangan - Manfaat Buah Manggis


Kerjasama Pemkab Wonosobo denganTristar Culinary Institute (TCI) Surabaya

30 Petani Manggis Belajar Buat Cuka, Selai, Sari Buah, Dodol dan Wine dari Buah Manggis

HARGA sebuah kepercayaan memang mahal. Ini dibuktikan Tristar Culinary Institute (TCI) Surabaya yang dipercaya Pemkab Wonosobo Jateng memberi pelatihan kepada 30 petani manggis berupa penanganan teknologi pasca panen,  menyusul semakin meningkatnya hasil panen buah manggis dari daerah tersebut.


Nah, terobosan melatih petani manggis bersama TCI Surabaya ini merupakan solusi cerdas yang diusung Pemkab Wonosobo untuk mengatasi melimpahnya hasil panen buah manggis dari sentra-sentra kebun manggis milik anggota kelompok tani manggis daerah Wonosobo dan sekitarnya. 

Merasa tersanjung karena mendapatkan kepercayaan dari Pemkab Wonosobo, maka pihak TCI pun mengirim tim lengkap yang tediri dari chef Lydia Nursanti, chef Gansar Aji Santoso, asisten chef WahyudanSuwono (kameramen) keWonosobo.

Pelatihan olahan manggis untuk membuat cuka, sari buah (minuman dalam kemasan), selai, dodol manggis, wine, bubuk granusasi (untuk buat permen dan minuman) bersama petani manggis itu dihelat pada 11-13 Mei 2014. 
Pelatihan penanganan pasca panen buah manggis itu merupakan kerja bareng antara Pemkab Wonosobo dengan melibatkan PT Sido Muncul, Mitra Herbal Indonesia (MHI) dan TCI Surabaya.

Pelatihan hari pertama, peserta pelatihan diajak praktik langsung membuat dodol manggis, selai, bubukgranulasi (untuk permen dan minuman).Bubuk granulasi dibuat dari sari buah manggis dicampur gula pasir, Bahan ini kemudian disangrai sampai menjadi granul. Granul ini dibikin bubuk (untuk minuman) atau granulasi untukmembuat permen.

Sedangkan pelatihan hari kedua, peserta diajarkan cara membuat berbagai olahan buah manggis untuk dijadikan cuka, wine, selai dan sari buah (minuman dalam kemasan). Sementara itu, kulit buah manggisnya sendiri diolah lebih lanjut oleh MHI untuk bahan baku membuat obat herbal.

Christian Gunawan dari MHI mengatakan, latar belakang dihelatnya pelatihan membuat aneka olahan dari buah manggis karena hasil panen manggis di daerah Wonosobo dari tahun ketahun trennya terus meningkat. Nah, pada saat panen raya, banyak buah manggis yang tidak terserap pasar sehingga harga buah di tingkat petani anjlok.

Untuk mengurangi kerugian di tingkat petani, maka Pemkab Wonosobo bersama MHI dan PT Sido Muncul tergerak untuk memberi pelatihan kepada anggota kelompok tani manggis berupa tata cara mengolah buah manggis, sehingga punya nilai tambah secara ekonomi bagi petani manggis dan keluarganya.

Sementara itu, kulit buah manggis, yang selama ini dianggap limbah, dimanfaatkan oleh pihak MHI untuk bahan baku pembuatan obat herbal. Dengan demikian petani manggis di daerah Wonosobo tidak perlu galau setiap memasuki panen raya, karena buah manggis hasil panen petani tetap terserap pasar.

Pasalnya, buah manggis yang tersedia melimpah pada saat panen raya bisa dijadikan aneka makanan olahan yang punya nilai ekonomi tinggi. Selain itu, kulit manggis yang selama ini menjadi sampah (limbah) juga ”laku” karena diserap oleh pihak MHI untuk bahan baku pembuatan obat herbal yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat.

Selainitu, sebagaia presiasi kepada petani manggis yang mengikuti pelatihan tersebut maka Pemkab Wonosobo melalui pihak MHI memberikan 30 bibit tanaman cabe obat, 30 bibit tanaman kapulaga, 30 bibit tanaman kayu ulet, 30 bibit tanaman obat lainnya berikut contoh produk jadi dari hasil pengolahan tanaman obat.

Chef Lydia Nursantidari TCI Surabaya menambahkan, pelatihan aneka olahan buah manggis yang diikuti 30 petani manggis ini berjalan lancar berkat atensi yang luar biasa dari Pemkab Wonosobo, PT Sido Muncul dan pihak MHI. 

”Kedepan, pelatihan semacam ini akan terus digalakkan oleh pemda setempat mengingat besarnya manfaat yang diperoleh petani dan keluarganya. Terobosan ini tentu memberi angin segar bagi petani untuk tetap fokus menjalankan usaha taninya,”terangSanti, sapaan karib Lydia Nursanti di ruang kerjanya, kemarin. (ahn)