Pages

Selasa, 07 Juli 2015

S1 International Culinary Business


Belajar Cost Control Untuk Menu Buffet

Dalam program perkuliahan S1 International Culinary Business, mahasiswa diarahkan untuk menjadi calon entrepreneur andal di bidang kuliner. Perkuliahan dengan sistem lebih banyak praktek dan diajarkan langsung bagaimana berbisnis kuliner. Bahkan, para mahasiswa juga diajak untuk belajar menciptakan bisnis, karena ini yang sangat penting, disamping masalah pemasarannya.




Tampak pemandangan kesibukan mahasiswa S1 International Culinary Business praktik materi kuliah Menu Catering untuk dijadikan peluang bisnis. Bertepatan dengan momen Ramadan, mahasiswa mendapat tawaran pesanan membuat Sajian Menu Spesial Berbuka Puasa secara Buffet. 

Chef Yuda (paling kiri)

Chef Adeline (Kanan)
Dipandu oleh Chef Yuda dan Chef Adeline, selaku dosen pengajar, mahasiswa diajak untuk membuat beberapa Menu Asian food serta Indonesian food yang sesuai dengan materi di silabus.
“Dalam materi perkuliahan Pengolahan Menu Catering yang diajarkan selama 10 kali pertemuan, acara buffet ini salah satu bentuk pembelajaran berbisnis kuliner. Disamping praktik membuat produk masakan dalam jumlah banyak, mahasiswa juga harus belajar mengetahui bagaimana menghitung dan mengendalikan segala biaya untuk sebuah produk makanan agar diketahui harga jual dan value- nya” Ungkap Chef Adeline yang kerap disapa Chef Della ini.

Dalam penyajian jamuan makan buffet, mahasiswa S1 International Culinary Business telah menyiapkan berbagai varian hidangan menarik dari makanan pembuka hingga varian menu utama dan penutup yang istimewa. Antara lain ada Ramadan Tajil buah kurma dan minuman hangat (teh & kopi), lalu menu istimewa yang wajib dicoba seperti sup timlo, bistik lidah, ayam saus lemon, dan es Manado. Tamu dapat menikmati buffet menu spesial buka puasa dengan harga istimewa yaitu hanya Rp 35.000. Wow, harga yang cukup murah dengan menu yang istimewa, lho !


 Lantas bagaimana untuk menentukan harga jual dari produk makanan? Dalam program bisnis kuliner, mahasiswa diarahkan untuk dapat belajar menghitung harga pokok penjualan (HPP). Pada perhitungan modal pokok usaha di bidang kuliner, akan lebih konkret bila menghitung total biaya yang dibutuhkan untuk membuat sebuah resep makanan kemudian dibagi dengan berapa porsi makanan yang dihasilkan dari resep tersebut. Begitu juga pada produk makanan lainnya yang ada dalam setiap resep menu buffet.

Biaya-biaya lain seperti gas, tenaga kerja, listrik, transpor, dan biaya operasional lainnya tidak dimasukkan ketika menghitung modal pokok. Tujuannya agar harga modal seporsi jelas lebih murah dan dapat bersaing di pasaran. Akan lebih tepat biaya operasional yang dikeluarkan dihitung setiap minggu yang diperoleh atau bulan baru dikurangi dari keuntungan kotor yang diperoleh.
Biaya operasional tersebut dapat diperhitungkan dari pengurangan keuntungan kotor dan penjualan usaha. Mengapa perhitungannya biaya seperti gas, upah, listrik bila dimasukkan ke dalam modal pokok selain jumlahnya abstrak (tidak bisa di pastikan atau kira-kira) maka modal pokok seporsi akan jatuh lebih mahal penjualannya sehingga agak sulit bersaing harga.

Mahasiswa S1 International Culinary Business diberikan contoh langsung pemahaman tentang cost control praktik untuk acara jamuan makan buffet ini, dengan harapan bisa mengestimasi bagaimana cara menghitung sebuah harga jual produk. Penetapan sebuah harga jual tentu akan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kenaikan harga beli bahan di pasaran, kenaikan bahan baku dan lainnya. “Agar sebuah produk bisa tetap bertahan di pasaran sebaiknya jangan pernah menurunkan kualitas produk yang  diproduksi” pungkas Chef Adeline menerangkan. Mahasiswa pun mangaku senang mengikuti perkuliahan ini mengingat manfaat pengetahuan bagi mereka kelak.





Setelah penyelenggaraan acara buffet ini, diharapkan mahasiswa S1 International Culinary Business, selain bisa membuat produk kuliner dan cost control, juga bisa belajar menciptakan peluang bisnis kuliner yang siap bersaing dipasaran. Ingin bisa seperti mereka ? Sekolah S-1 International Culinary Business bisa jadi pilihan untuk pendidikan kuliner & bisnis. *Upi



S1 Education Program
“International Culinary Business”

IEU (Indonesian European University)
Surabaya || Jl. Raya Dukuh Kupang No. 157B

Graha Tristar || Jl. Raya Jemursari 244 Surabaya
Ph. 081233752227 – 081234506326
Blackberry PIN : 2A1CE131 ; 2B517ECB ; 2B425821 ; 53B4EFD8













Tidak ada komentar:

Posting Komentar