Cooking With The Chef

VCD Tutorial Memasak

VCD Tutorial Tata Boga dan Patiseri

Jl.Raya Jemursari 244, Surabaya.

Pages

Selasa, 21 Juli 2015

Ujian Praktik Tataboga S1 International Culinary Business - Juli 2015




  
Mengusung tema Menu Banquet dengan sajian western dan tradisional, puluhan masakan yang mewah ini begitu cantik tertata diatas meja. Dalam ujian praktik, mahasiswa S1 International Culinary Business dituntut untuk bisa menguasai materi teknik memasak, sehingga mampu menghasilkan karya produk makanan yang bercitarasa tinggi dan memiliki nilai jual.  


Hanya dengan waktu kurang lebih 90 menit, mahasiswa harus mampu me-manage waktu yang telah ditentukan untuk membuat produk appetizer dan main course yang punya sensasi rasa dan seni. Kehadiran makanan dengan tampilan yang menarik, citarasanya enak dan penyusunannya yang cantik, pastinya cukup menyita perhatian. Penasarankan?

“Pelaksanaan ujian di triwulan kedua ini, selain membuat produk makanan, mahasiswa juga harus menghitung HPP (harga pokok penjualan), dengan harapan agar mereka bisa memperkirakan budget-nya. Dan standarisasi penilaian ujian meliputi, kreatifitas, tekstur dan rasa. Dengan begitu mahasiswa akan tertantang untuk bisa menciptakan produk dan mampu bersaing di dunia bisnis industri makanan yang sebenarnya, ungkap Chef Yuda Agustian saat ditemui disela-sela waktu ujian.


Chef Yuda & Chef Della (Ujung kiri & kanan)
Ia juga menambahkan, bahwa pelaksanaan ujian kali ini sedikit berbeda. Ditengah-tengah aktifitas memasak, mahasiswa kita (chef Yuda & Chef Della) beri pertanyaan seputar produk makanan yang mereka buat, mulai dari penangganan bahan, teknik memasak hingga bagaimana penyajiannya. Ini menjadi salah satu tolak ukur penilaian bagi mahasiswa dengan diuji kemampuannya” pungkasnya.

Chef Yuda & Cindy Yosan, mahasiswa S1 International Culinary Business
 Bagi Cindy Yosan, perasaannya saat ujian praktik ini cukup senang, karena tema konsepnya sudah dipersiapan dengan 2 kreasi menu pilihannya sendiri, yaitu Chinyo Canape dan Fried Chicken with Kuluyuk Sauce & Rice with Capsuey. Dan di ujian kali ini harapannya ingin membuktikan bahwa karya produknya bisa lebih baik dan layak jual,’ ungkap mahasiswa asal Selat Kapuas, Kalteng ini.




Secara keseluruhan, ujian triwulan kedua ini berjalan dengan baik dan penuh kreatifitas. Hal ini menunjukkan keseriusan belajar dari para mahasiswa S1 International Culinary Business untuk mendalami perkuliahan. Anda ingin pandai seperti mereka ? Kuliah S1 International Culinary Business di Kampus IEU yang ada di jl. Raya Dukuh Kupang No. 157B bisa menjadi pilihan dan rasakan suasana pengajaran kuliner yang begitu nyaman. *Upi



S1 Education Program
“International Culinary Business”

IEU (Indonesian European University)
Surabaya || Jl. Raya Dukuh Kupang No. 157B

Graha Tristar || Jl. Raya Jemursari 244 Surabaya
Ph. 081233752227 – 081234506326
Blackberry PIN : 2A1CE131 ; 2B517ECB ; 2B425821 ; 53B4EFD8
www.kuliah-sambil-kerja.com
www.tristarculinaryinstitute.com

www.ieu.ac.id

Selasa, 07 Juli 2015

S1 International Culinary Business


Belajar Cost Control Untuk Menu Buffet

Dalam program perkuliahan S1 International Culinary Business, mahasiswa diarahkan untuk menjadi calon entrepreneur andal di bidang kuliner. Perkuliahan dengan sistem lebih banyak praktek dan diajarkan langsung bagaimana berbisnis kuliner. Bahkan, para mahasiswa juga diajak untuk belajar menciptakan bisnis, karena ini yang sangat penting, disamping masalah pemasarannya.




Tampak pemandangan kesibukan mahasiswa S1 International Culinary Business praktik materi kuliah Menu Catering untuk dijadikan peluang bisnis. Bertepatan dengan momen Ramadan, mahasiswa mendapat tawaran pesanan membuat Sajian Menu Spesial Berbuka Puasa secara Buffet. 

Chef Yuda (paling kiri)

Chef Adeline (Kanan)
Dipandu oleh Chef Yuda dan Chef Adeline, selaku dosen pengajar, mahasiswa diajak untuk membuat beberapa Menu Asian food serta Indonesian food yang sesuai dengan materi di silabus.
“Dalam materi perkuliahan Pengolahan Menu Catering yang diajarkan selama 10 kali pertemuan, acara buffet ini salah satu bentuk pembelajaran berbisnis kuliner. Disamping praktik membuat produk masakan dalam jumlah banyak, mahasiswa juga harus belajar mengetahui bagaimana menghitung dan mengendalikan segala biaya untuk sebuah produk makanan agar diketahui harga jual dan value- nya” Ungkap Chef Adeline yang kerap disapa Chef Della ini.

Dalam penyajian jamuan makan buffet, mahasiswa S1 International Culinary Business telah menyiapkan berbagai varian hidangan menarik dari makanan pembuka hingga varian menu utama dan penutup yang istimewa. Antara lain ada Ramadan Tajil buah kurma dan minuman hangat (teh & kopi), lalu menu istimewa yang wajib dicoba seperti sup timlo, bistik lidah, ayam saus lemon, dan es Manado. Tamu dapat menikmati buffet menu spesial buka puasa dengan harga istimewa yaitu hanya Rp 35.000. Wow, harga yang cukup murah dengan menu yang istimewa, lho !


 Lantas bagaimana untuk menentukan harga jual dari produk makanan? Dalam program bisnis kuliner, mahasiswa diarahkan untuk dapat belajar menghitung harga pokok penjualan (HPP). Pada perhitungan modal pokok usaha di bidang kuliner, akan lebih konkret bila menghitung total biaya yang dibutuhkan untuk membuat sebuah resep makanan kemudian dibagi dengan berapa porsi makanan yang dihasilkan dari resep tersebut. Begitu juga pada produk makanan lainnya yang ada dalam setiap resep menu buffet.

Biaya-biaya lain seperti gas, tenaga kerja, listrik, transpor, dan biaya operasional lainnya tidak dimasukkan ketika menghitung modal pokok. Tujuannya agar harga modal seporsi jelas lebih murah dan dapat bersaing di pasaran. Akan lebih tepat biaya operasional yang dikeluarkan dihitung setiap minggu yang diperoleh atau bulan baru dikurangi dari keuntungan kotor yang diperoleh.
Biaya operasional tersebut dapat diperhitungkan dari pengurangan keuntungan kotor dan penjualan usaha. Mengapa perhitungannya biaya seperti gas, upah, listrik bila dimasukkan ke dalam modal pokok selain jumlahnya abstrak (tidak bisa di pastikan atau kira-kira) maka modal pokok seporsi akan jatuh lebih mahal penjualannya sehingga agak sulit bersaing harga.

Mahasiswa S1 International Culinary Business diberikan contoh langsung pemahaman tentang cost control praktik untuk acara jamuan makan buffet ini, dengan harapan bisa mengestimasi bagaimana cara menghitung sebuah harga jual produk. Penetapan sebuah harga jual tentu akan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kenaikan harga beli bahan di pasaran, kenaikan bahan baku dan lainnya. “Agar sebuah produk bisa tetap bertahan di pasaran sebaiknya jangan pernah menurunkan kualitas produk yang  diproduksi” pungkas Chef Adeline menerangkan. Mahasiswa pun mangaku senang mengikuti perkuliahan ini mengingat manfaat pengetahuan bagi mereka kelak.





Setelah penyelenggaraan acara buffet ini, diharapkan mahasiswa S1 International Culinary Business, selain bisa membuat produk kuliner dan cost control, juga bisa belajar menciptakan peluang bisnis kuliner yang siap bersaing dipasaran. Ingin bisa seperti mereka ? Sekolah S-1 International Culinary Business bisa jadi pilihan untuk pendidikan kuliner & bisnis. *Upi



S1 Education Program
“International Culinary Business”

IEU (Indonesian European University)
Surabaya || Jl. Raya Dukuh Kupang No. 157B

Graha Tristar || Jl. Raya Jemursari 244 Surabaya
Ph. 081233752227 – 081234506326
Blackberry PIN : 2A1CE131 ; 2B517ECB ; 2B425821 ; 53B4EFD8